Jambore PPKBD dan Kependudukan Provinsi Banten Tahun 2017


Sekitar 700 orang peserta yang terdiri dari Kader PPKBD dan Sub PPKBD se-Provinsi Banten mengikuti Jambore PPKBD tingkat Provinsi Banten tahun 2017. Acara ini berlangsung sejak 28 hingga 30 Juli 2017 bertempat di Hotel Marbella Anyer Kabupaten Serang, dimana  Pembukaan acaranya dengan dilaksanakan bersamaan dengan Jambore Kependudukanyang diikuti sekitar 300 orang peserta yang berasal dari Koalisi Kependudukan dan Koalisi Muda Kependudukan.

Acara yang dibuka oleh Kepala BKKBN dr. Surya Candra Surapaty, MPH, PhD, yang didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy serta Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten yang menyampaikan laporan kegiatan serta Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, dalam sambutannya  Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengatakan kegiatan Jambore PPKBD dan Jambore Kependudukan digelar untuk kembali menggelorakan program Keluarga Berencana setelah sempat agak terbengkalai pasca reformasi. Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, para kader PPKBD akan diberikan pembekalan mengenai tugas-tugasnya dalam menyosialisasikan program KB. “Tugas dalam program KB sebetulnya bukan semata soal bagaimana keluarga hanya punya 2 anak, tapi lebih dari itu, mulai dari memberikan pemahaman soal meruginya pernikahan dini, kembang tumbuh anak, hingga pola pengajaran pada remaja agar generasi muda kita tumbuh menjadi generasi muda yang berkualitas,” paparnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Banten mengungkapkan dalam sambutannya Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) berdampak terhadap kualitas individu karena berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, juga kualitas bayi dan anak.  “Pada tataran makro, ini kan akan menekan angka kemiskinan dan kelaparan, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mengurangi angka kematian anak, sampai pada meningkatkan kesehatan ibu. Andika juga mengungkapkan Pemprov Banten mengapresiasi para kader PPKBD di Banten yang dia sebut sebagai pejuang kemanusiaan. Andika menduga, tidak mudah untuk menjadi kader PPKBD dimana harus menyosialisasikan program KB kepada warga di desa-desa dengan pemahaman dan kondisi social ekonomi yang beragam. “Jadi saya yakin kader PPKBD ini lah sebenarnya ujung tombak dari program KB,” kata Andika disambut riuh tepuk tangan peserta jambore.

Masih terkait hal itu, lanjut Andika, Pemprov Banten bersama DPRD saat ini tengah melakukan pembahasan terhadap Rancangan Perda tentang Ketahanan Keluarga untuk dapat disahkan menjadi Perda. “Dengan Perda tersebut, Pemprov nanti akan punya legal standing untuk mmebantu memfasilitasi upaya ketahanan keluarga di setiap rumah warga Banten,” katanya.selain dari itu Pemerintah Provinsi Banten bersama dengan Perwakilan BKKBN Banten serta Pemerintah Kabupaten/Kota menargetkan pembentukan Kampung KB di setiap kecamatan pada tahun 2017 ini, dengan kata lain akan ada 155 Kampung KB di Banten pada tahun ini. Pembentukan Kampung KB di setiap kecamatan ini dilandasi keinginan Pemprov Banten untuk bisa mecetak SDM atau sumber daya manusia yang berkualitas. “Jadi urusan KB ini sesunguhnya bukan cuma urusan menekan jumlah penduduk secara kuantitas, tetapi sejatinya ini urusan bagaimana mencetak SDM yang berkualitas,”

Pada Kegiatan Jambore Kader PPKBD diisi dengan berbagai acara seperti senam massal, out bound, capasity buliding, materi Peran PPKBD, Cerdas Cermat, Pentas Seni dan lain-lain, sementara itu Jambore Kependudukan yang hanya dilaksanakan 2 hari diisi dengan out bound, pemberian materi dari DP3AKKB Provinsi Banten, Korem 064 Maulana Yusuf dan BNN Provinsi Banten juga dilaksanakan pengukuhan Koalisi Kependudukan Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten serta Pengukuhan Koalisi Muda Kependudukan Provinsi Banten. (Ree-1)


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan