Kota Layak Anak


Tiga Kota Di Banten Masuk Penilaian KLA 2017

SERANG – Tiga kabupaten kota di Banten masuk penilaian kota layak anak tahun 2017. Ketiga kota tersebut yakni, Kota Serang, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.Ketiga kota tersebut masuk penialain KLA 2017 setelah input data yang dilakukan melalui website mencapai poin 500. Perinciannya, Kota Serang sudah mendapat poin 566,65, Kota Tangerang 516.35 poin, dan Kabupaten Tangerang 501,6 poin. Sedangkan Cilegon baru di poin 36,75 poin, Kabupaten Lebak 129,5 poin, dan Kabupaten Serang 89,4 poin, dan Kabupaten Pandeglang yang belum memperoleh poin sama sekali. Sementara, Tangerang Selatan yang sudah berstatus KLA sejak 2015 juga baru di poin 370,25.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan, ketiga kota tersebut dinilai telah memenuhi 5 cluster dalam penilaian kota layaka anak. “Untuk menentukan kota layak anak dihitung berdasarkan skor dengan batas minimal 500 poin, dan itu dapat terlihat dari jawaban,” kata Nina saat membuka sosialisasi percepatan kota layak anak di Hotel Mahadria, Kota Serang, Kamis (6/5).Dengan point, maka hanya Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang akan mendapat verifikasi untuk penilaian KLA. “Cilegon sempat error 36,75, tapi lagi dibetulkan. Lebak 129,5 Kabupaten Serang. Sepertinya hasil dari pendampingan sekarang bisa naik sampai di atas 500 karena ada point yang belum diisi. Kalau sudah melebihi skor 500, maka kemungkinan besar akan ditinjau ke lapangan untuk pembuktiannya. Harapan semoga semua bisa masuk dan bahkan Pandeglang kita intensifkan pendampingannya,” papar Nina.
Seperti diketahui, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membuat terobosan baru dalam penilaian penghargaan KLA berbasis website. Sejak 18 hingga 30 Maret, tiap Kabupaten/Kota harus mengirimkan dokumen yang sudah dilaksanakan dan dikirim dalam bentuk softcopy. Termasuk data pendukung foto untuk proses penginputan data penilaian KLA.
Berdasarkan Peraturan Menteri PPPA, Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak dijelaskan ada 31 indikator KLA. Indikator tersebut diklasifikasikan menjadi lima klaster. Yakni, klaster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, serta kesehatan dasar dan kesehjateraan. Lalu, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan biaya, serta perlindungan khusus.
Nina berharap, kabupaten kota yang belum mencapai poin lima ratus, segera memenuhi lima kluster yang menjadi persayaratan tersebut. Pihaknya masih menunggu dan memberikan pendampingan kabupaten kota yang belum melakukan input data. “Jika kota/kabupaten sudah layak anak secara otomatis kita akan memiliki status sebagai provinsi layak anak. Maka akan aman bagi semua umur apalagi terkait perlindungan anak,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kabid PPA pada DP3AKKB Banten Erminiwati mengatakan, pada prinsipnya semua kabupaten kota sudah berniat untuk menuju KLA. Namun, masih terkendala minimnya informasi. “Tujuan kami mendorong kabupaten kota melakukan percepatan pembentukan KLA. Semua kab kota sudah inisiasi KLA, ini cuma ada kendala koordinasi dan anggaran atau kendala secara teknis ketidaktahuan di SKPD,” ujarnya.
Karenanya, pertemuan tersebut menjadi moment untuk melakukan sinkronisasi upaya menuju KLA. Pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan, dan pembinaan terhadap input data yang menjadi syarat penilaian. “Mudah-mudahan sampai minggu bisa kekejar,” ujarnya. (ken)


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan