Peringatan Hari Kartini, 8 Perempuan Asal Banten Raih Penghargaan OASE Kabinet Indonesia Maju

Peringatan Hari Kartini, 8 Perempuan Asal Banten Raih Penghargaan OASE Kabinet Indonesia Maju

SERANG - Delapan perempuan asal Provinsi Banten meraih penghargaan dari Organisasi Aksi Solideritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju, Kamis (21/4/2022).

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Peringatan Hari Kartini, 8 Perempuan Asal Banten Raih Penghargaan OASE Kabinet Indonesia Maju,

Penghargaan itu diberikan OASE dalam rangka memperingati hari Kartini yang ke 144 tahun 2022.

OASE Kabinet Indonesia Maju sendiri merupakan organisasi yang diinisiasi Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dan pendamping Wakil Presiden Hj. Wury Estu Ma'ruf Amin.

Para perempuan yang diberikan penghargaan yaitu para penggerak dibidang, kesehatan, pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup dan pertanian.

Hal itu dapat menunjukan kesetaraan pembangunan yang dilaksanakan di Provinsi Banten jelas.

Bahwasanya Pemprov Banten telah memberikan ruang terhadap kesetaraan genre.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan bahwa pengarustamaan gender itu merupakan bentuk keperbihakan pemerintah terhadap pemenuhan hak perempuan.

Mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya.

"Yang paling utama ini bagaimana strategi PUG ini bisa dilakukan di desa dan daerah," katanya.

Disampaikan kepala DP3AKKB, peran perempuan berdampak baik pada aspek kemiskinan, ketenagakerjaan, pengangguran ataupun laju pertumbuhan ekonomi.

Mengenai delapan perempuan dari beberapa daerah di Banten yang mendapatkan penghargaan.

Hal itu, menurutnya sebagai bentuk bahwa ternyata ada perempuan-perempuan tangguh yang berprestasi.

Dari mulai yang kurang mampu, terpencil hingga yang terdalam (tinggal di daerah pedalaman).

"Dia tanpa pamrih melakukan kegiatan-kegiatan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial budaya," katanya.

Kepala DP3AKKB menilai bahwa penghargaan itu sebagai bentuk bahwa pemerintah hadir.

Dengan memberikan penghargaan atas jasa-jasa yang telah dilakukan oleh para perempuan.

"Hal ini juga bisa dijadikan untuk motivasi bagi para perempuan lainnya," ungkapnya.

Kedelapan perempuan tersebut di antaranya :

1. Yulyanah, asal Kabupaten Pandeglang sebagai penggerak masyarakat dibidang lingkungan hidup.

2. Eneng Juwita, asal Kabupaten Lebak sebagai penggerak masyarakat masyarakat dibidang pertanian.

3. Komalasari, asal Kabupaten Tangerang sebagai penggerak masyarakat dibidang pendidikan.

4. Musfiroh, asal Kabupaten Serang sebagai penggerak masyarakat dibidang kesehatan.

5. Ita Rosita, asal Kota Tangerang sebagai penggerak masyarakat dibidang sosial budaya.

6. Purwanti, asal Kota Cilegon sebagai penggerak masyarakat dibidang lingkungan hidup.

7. Muslihah, asal Kota Serang sebagai penggerak masyarakat dibidang pertanian.

8. Nurlailah Ulfa, asal Kota Tangerang Selatan sebagai penggerak masyarakat dibidang pendidikan.