DP3AKKB Provinsi Gelar Seleksi Duta Anak Banten

DP3AKKB Provinsi Gelar Seleksi Duta Anak Banten

SERANG - Dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak partisipasi anak, Pemerintah Provinsi Banten telah mengembangkan wadah partisipasi anak melalui Forum Anak. Hal tersebut sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, dan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 tentang Partisipasi Anak dalam Pembangunan.

Siti Ma'ani Nina, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten kepada Banten Raya mengatakan, dinamika pembangunan di bidang sosial, budaya dan ekonomi yang dipercepat dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi sosial baru yang tidak selalu menguntungkan dalam perspektif kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan partisipasi anak.

Ia menilai, semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme pada anak-anak Indonesia cenderung menurun. Fenomena sosial sangat menghawatirkan, karena anak-anak remaja mulai menjadi sasaran pengkaderan kelompok-kelompok radikal yang tidak sejalan dengan upaya memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, secara reguler sejak tahun 2005 bekerjasama dengan Provinsi Banten dan stokholder anak lainnya, telah mengembangkan kebijakan partisipasi anak sebagai pengejawantahan dari amanah Undang–undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 4," kata Nina, kemarin.

Mengingat amanah Undang-undang Dasar 1945, Pasal 28, Undang-undang Perlindungan Anak dan memperhatikan fenomena sosial serta kondisi obyektif anak-anak Indonesia saat ini, maka DP3AKKB Provinsi Banten bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota memandang perlu meningkatkan wawasan bagi anak-anak generasi muda guna persiapan pelaksanaan forum anak nasional (FAN) tahun 2017.

"Saya berharap semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas anak-anak di bidang organisasi, pemahaman mengenai isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, seperti pemberdayaan anak dalam pencegahan hiv/aids," harapnya.

Nina menambahkan, kegiatan Forum Anak Nasional akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang di Pekanbaru, Riau yang bertujuan untuk memberikan ruang partisipasi anak dalam pembangunan, mengembangkan rasa cinnta tanah air, kebhinekaan, persaudaraan, kerukunan dan gotong royong dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya bangsa dalam menghadapi dinamika perubahan global. (satibi)